Wednesday, March 9, 2011

Kahlil Gibran, The Poet Part II

Today, this morning I would like to share to you part of his writing regarding happiness and sadness.
(Okay! I admit it! I'm getting addicted! There is no way I'm going to read my 208 notes with my heavy head!)

Kahlil Gibran

"Seorang wanita berkata kepadanya : Katakan kepada kami kegembiraan dan kesedihan ... "

"Mustofa menjawab :

"Kebahagiaan kalian adalah kesedihan kalian yang tidak diterima ... "
"Sumur saja yang selalu di ambil airnya menertawakan kalian, dia yang berkilauan karena tertimpa air mata kalian ... "

"Bagaimana tidak ... ?"
"Kesedihan adalah setiap kali kalian menggali lobang yang dalam di rumah kalian, dan kalian merasa begitu gembira ... "

"Bukankah gelas kalian yang berisi tuak, adalah gelas yang terbakar dalam tungku tembikar ? ... "
"Bukankah seruling yang mencela arwah kalian, padahal dia hanyalah kayu yang dilubangi dengan pisau ? ... "

"Ketika kalian gembira lihatlah ke dalam lubuk hati kalian, maka kalian akan mendapatkan yang memberimu kesedihan dia juga yang memberimu kegembiraan ... "
"Dan di saat kalian dirundung kesedihan, maka palingkanlah pandanganmu ke dalam lubuk hati kalian, maka kalian akan melihat bahwasannya kalian tidak menangis kecuali karena ada kecantikan kalian ... "

Sebagian dari kalian berkata :
"Gembira itu lebih mulia daripada kesedihan ..."

Dan yang lain berkata :
"Kesedihan itu lebih mulia .... "

Adapun aku akan berkata kepada kalian "
"Keduanya tidak terpisahkan ... "

"Kegembiraan dan kesedihan datang bersama-sama, ketika salah satunya duduk di dekat makanan kalian maka akan teringat bahwa yang lain masih tidur di ranjang kalian ... "

"Kalian sebenarnya tergantung seperti lengan timbangan antara kesedihan dan kegembiraan kalian ... "
"Kalian tidak pernah tenang dan seimbang kecuali saat kalian kosong ... "
"Ketika penentu harga menaikkanmu; untuk menimbang emas atau perak, maka kesenangan dan kesedihan kalian harus tegak berdiri atau terluka ... "


enjoy

-----
-------------------

mndg |


1 comment:

Nurhidayah Mohd Hafiz said...

"Kapanpun cinta itu memanggilmu, maka ikutlah ia,
Meskipun jalannya sulit dan penuh bahaya"
"Dan ketika cinta itu menyapamu, maka percayailah ia"
"Tuhan ada dihatiku"
"Aku ada di hati Tuhan"

:my fav chapter so far will be the love chapter: